Kamis, 04 Agustus 2016

Pendidikan Multikultural

Landasan Teori

Secara etimologis istilah multikultural dibentuk dari kata multi (banyak) dan kultur (budaya). Dari pengertian ini maka multikultural dapat diartikan banyak budaya atau ragam budaya. Arti yang sama juga terdapat dalam kasus bahasa Indonesia bersifat keragaman budaya. Sebagai sebuah paham, menurut Irwan Abdullah, multikulturalisme menekan pada kesederajatan dan kesetaraan budaya-budaya local dengan tanpa mengabaikan hak-hak dan eksistensi budaya yang ada.
Masuknya konsep multukultural dalam pendidikan tidak lain adalah sebagi merespon perubahan demografis kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Maka kemudian lahirlah konsep-konsep tentang pendidikan multikultural. Menurut Tilaar, pendidikan multikultural adalah sebagai suatu studi tentang keanekaragaman kultural, hak-hak asasi manusia seta pengurangan atau penghapusan berbagai jenis prasangka atau prejudice demi untuk membangun suatu kehidupan masyarakat yang adil dan tentram. Sedangkan menurut Dawam Rahardjo, pendidikan multikultural diartikan proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai kensekuensi keragaman budaya, etnis, suku dan aliran (agama).
Perkembangan pendidikan multikultural sejalan dengan perkembangan paham multikulturalisme sebagaimana yang telah dikemukakan diatas. Pendidikan multikultural telah dimulai pada akhir abad ke-19, yakni sejak diperkenalkan oleh pakar pendidikan AS bernama Prudence Crandal. Ia memperkenalkan pendidikan multikultural yang fokus perhatiannya pada latar belakang peserta didik dari keragaman etnis, ras, agama, dan budaya.
Berbeda dengan pendidikan di Barat yang telah mengenal pendidikan multikultural sejak PD II, di Indonesia pendidikan ini dapat dikatakan relativ baru, yakni tahun 2000-an atau pasca reformasi. Seiring berkembangnya arus globalisasi yang dipicu oleh perkembangan demokrasi dan ilmu pengetahuan khususnya TIK, pendidikan multikultural mulai dikenal di Indonesia. Hingga kini pendidikan multikultural tidak hanya berkembang di negara-negara maju tetapi juga di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Inventaris Masalah
1.      Keragaman identitas budaya menimbulkan konflik di masyarakat.
2.      Kurang kokohnya rasa nasionalisme masyarakat.
3.      Tantangan dalam pendidikan multikultural.

Pembahasan Isi Permasalahan
Dalam konteks kebangsaan, multikulturalisme merupakan konsep dimana sebuah komunitas yang mengakui keberagaman, perbedaan dan kemajemukan budaya, baik ras, suku, etnis dan agama. Sebuah konsep yang memberikan pemahaman kita bahwa sebuah bangsa yang plural atau majemuk adalah bangsa yang dipenuhi dengan budaya-budaya yang beragam. Kesadaran akan faham multikulturalisme melahirkan konsep toleransi yakni kemampuan untuk menghormati sifat dasar, keyakinan dan perilaku yang dimiliki oleh orang lain.
Keragaman budaya daerah memang memperkaya khasanah budaya dan menjadikan modal berharga bagi Indonesia yang multikultural. Namun kondisi tersebut itu sangat berpotensi memecah belah, menjadi konflik dan kecemburuan sosial. Tidak adanya komunikasi dan pemahaman pada berbagai kelompok budaya lain ini justru dapat menjadi konflik. Keragaman ini dapat digunakan oleh provokator untuk dijadikan isu dan memancing persoalan.
Contohnya pada konflik Sampit, Kalimantan Tengah. konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura. Konflik ini mengakibatkan lebih dari 500 orang meninggal dan 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Belum jelas apa yang menjadi later belakang terjadinya konflik Sampit ini. Ada sejumlah cerita yang menjelaskan insiden kerusuhan tahun 2001.
Satu versi mengklaim bahwa ini disebabkan oleh serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Rumor lain mengatakan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh warga Madura dan kemudian sekelompok anggota suku Dayak mulai membakar rumah-rumah di permukiman Madura. Profesor Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian oleh suku Dayak dilakukan demi mempertahankan diri setelah beberapa anggota mereka diserang. Selain itu, juga dikatakan bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000. Konflik ini menandakan bahwa keragaman vudaya di Indonesia menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik antar daerah dan suku di Indonesia.
Selain itu kurang kokohnya rasa nasionalisme masyarakat terhadap tanah air juga semakin berkurang. Keragaman budaya ini membutuhkan adanya kekuatan yang menyatukan (integrating force) seluruh pluralitas negeri  ini. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, kepribadian nasional dan ideologi negara merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi dan berfungsi sebagai penyatu (integrating force). Saat ini Pancasila kurang mendapat perhatian dan kedudukan yang semestinya sejak isu kedaerahan semakin semarak. Persepsi  sederhana dan keliru banyak dilakukan orang dengan menyamakan antara Pancasila itu dengan ideologi Orde Baru yang harus ditinggalkan.
Tidak semua hal yang ada pada Orde Baru jelek, sebagaimana halnya tidak semuanya baik. Ada hal-hal yang tetap perlu dikembangkan. Nasionalisme perlu ditegakkan namun dengan cara-cara yang edukatif, persuasif dan manusiawi bukan  dengan pengerahan kekuatan. Sejarah telah menunjukkan peranan Pancasila yang kokoh untuk menyatukan kedaerahan ini. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan semangat nasionalisme yang kokoh untuk meredam dan menghilangkan isu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Dan bagi Indonesia penting untuk mensosialisasikan pendidikan multikulturalisme. Walaupun wacana pendidikan multikultural di tanah air sudah lama terdengar, namun pemahaman dan implementasi dalam kehidupan nyata belum efektif. Karena memang implementasi pendidikan multikultural tidaklah mudah dan membutuhkan waktu serta kesadaran unutk menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan multikultural tersebut.
Tidak mudah mengembangkan pendidikan multikultural, ada banyak hambatan atau tantangan yang perlu dicarikan jalan keluar. Salah satu tantangan tersebut adalah proses globalisasi melahirkan berbagai kesenjangan, baik yang berkaitan dengan ekonomi maupun social budaya. Dari kesenjangan itu dapat menimulkan gejolak sosial dan menimbulkan hubungan yang tidak harmonis antar individu. Sebagaimana kita telah lihat, peperangan, kekerasan baik teingkat global maupun lokal, hingga hari ini terus berlangsung.

Solusi yang Disertai Rasionalisasi Sesuai dengan Teori
Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atau tidak akan menimbulkan banyak persoalan, seperti korupsi, kemiskinan, kekerasan, perusakan lingkungan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk menghormati hak-hak orang lain merupakan bentuk kenyataan sebagai bagian dari multikulturalisme tersebut. Pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragama yang ada di masyarakat, khususnya yang ada pada siswa seperti keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status social, gender, kemampuan, umur dan sebagainya.
Karena itulah yang terpenting dalam pendidikan multikultural adalah seorang guru atau dosen tidak hanya di tuntu untuk menguasai dan mampu secara professional mengajarkan mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan. Lebih dari itu, seorang penndidik juga harus mamapu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanism dan pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif pada siswa. Agar output yang dihasilkan dari sekolah atau universitas tidak hanya mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan para pemeluk dan kepercayaan lain.
Disamping itu juga, Indonesia sebagai bangsa yang heterogen dalam halbidaya, ras, suku dan agama. Kalau tidak dikeloladengan baik dapat menimbulkan konflik yang berakibat melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu salah satu upaya menghindari berbagai konflik yang diharapkan, pendidikan multicultural perlu digiatkan dalam rangka memberikan pemahaman dan saling menghargai adanya perbedaan tersebut.
Pengembangan pendidikan multikultural tidak hanya memberikan wawasan baru dalam pendidikan tanah air, tetapi juga memberikan perkembangan pendidikan di Indonesia yang mengikuti tututan dari globalisasi. Dengan pendidikan multikultural indonesia diharapkan mampu mengelola keanekaragaman budaya sebagai kekuatan baru dan tevitalisasi dari kebhinekaannya yang selama ini kurang mendapat perhatian. Disamping itu untuk mengelola kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, pendidikan multicultural dpaat dijadikan sarana pendidikan nilai dalam rangka menggali kembali nilai-nilai ke-ika-an ditengah ke-bhineka-an yang sangat terkesan bersifat slogan.
Menurut Mahfud, salah satu upaya untuk menumbuhkan konsep pendidikan multicultural agar terus menerus dikomunikasikan tidak hanya dilevel para ahli tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai diskusi, seminar, lokakarya yang melibatkan semua pihak seperti para pemimpin (agama, politik, akademis, dosen, guru, mahasiswa, tokoh masyarakat, pelajar dan sebagainya) membahas isu-isu aktual tentang pendidikan. Pendidikan multikultural juga dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan yang terintegrasi dengan pelajaran seperti kewarganegaraan, ISBD, agama, bahasa, PPKN dan sebagainya. Sedangkan topik-topik atau subjek-subjek yang dapat dijadikan bahan pendidikan multikultural antara lain adalah toleransi, bahaya diskriminasi, penyelesaian konflik dan media, HAM, demokrasi dan pluralitas, kemanusiaan universal dan subjek-subjek yang relavan lainnya.

Kesimpulan
Pendidikan multikultural merupakan salah satu pendidikan alternatif yang lahir dari perkembangan pedagogik kritis maupun pedagogkc transformatif terutama lahir dari demokrasi pendidikan yang melahirkan partisipasi dan kesadaran individu yang beragam namun memiliki kesetaraan. Itulah sebabnya salah satu poin penting dalam pendidikan multikultural adalah menghendaki penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap harkat dan martabat manusia dari manapun dia datang dan berbudaya apapun dia.
Dalam konteks Indonesia pendidikan multikultural sangat penting dna sangat dibutuhkan dalam rangka menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. Dengan pendidikan multikultural masyarakat diingatkan kembali bahwa Indonesia memang merupakan bangsa yang memiliki ragam suku dan budaya namupun satu bangsa, untuk itu kita wajib memelihara kebhinekaan itu sebagai salah satu kekayaan dan sebuah rahmat yang perlu dijaga kelestariaannya.
Memang tidak mudah melihara  kebhinekaan Indonesia, kita dapak menyaksikan bahwa pasca lahirnya oede reformasi, hingga hari ini kita menyaksikan sejumlah konflik horizontal. Untuk itu upaya-upaya memasukkan pendidikan multikultural ke salam kegiatan pendidikan yang terintegrasi dengan mata pelajaran atau mata kuliah lain perlu dilakukan secar aktif dan terus menurus dalam pendidikan formal maupun non-fomal. Tidak hanya itu pendidikan multikultural dapat pula dilakukan dalam pendidikan keluarga. Dalam pendidikan keluarga sangat efektif mengingat keluarga merupakan institusi sosial terkecil dalam masyarakat.  

Daftar Pustaka
Dr. Pudjosumedi, AS., SE., M.Ed, Dr. Sugeng Riadi, M.Pd. 2015. Pengantar Pedagodik Transformasi. Jakarta. Paedea

Manajemen Ritel

MANAJEMEN RITEL

Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengendalian atas atas sumber daya  yang dimiliki guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Ritel
Ritel adalah suatu kegiatan yang terdiri dari aktivitas-aktivitas bisnis yang terlibat dalam menjual barang dan jasa kepada konsumen untuk kepentingan sendiri,keluarga ataupun rumah tangga.

Pengertian Manajemen Ritel
Manajemen ritel adalah  pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses perdagangan ritel,yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen.

Klasifikasi Ritel
Menurut Pintel dan Diamond (1971), Retail dapat di klasifikasikan dalam banyak cara, sebagai contoh Retail dapat di kelompokkan sesuai dengan aktivitas penjualan barang berdasarkan sebagai berikut:
1.      Retail Kecil
Bisnis Retail kecil di gambarkan sebagai retailer yang berpenghasilan di bawah $500 pertahun. Pemilik retail pada umumnya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penjualan dan manajemen.biasanya kebanyakan pemilik toko pada bisnis retail kecil ini dimiliki oleh secara individu (Individual Proprietorship).
2.      Retail Besar
Pada saat ini industri Retail di kuasai oleh organisasi besar, organisasi tersebut meliputi :
Departemen Store - Chain organization (organisasi berantai), Supermarket, Catalog Store, Warehouse, Outlet dan Online Store (Toko Online )
. Departemen Store merupakan salah satu dari retailer besar dimana menawarkan berbagai macam jenis produk / barang, tingkat harga dan kenyamanan dalam berbelanja.

Klasifikasi Manajemen Ritel:

1.      Klasifikasi deskriptif
Pasar ritel dibagi menjadi 2 tipe yaitu berdasarkan :
a.       Tipe kepemilikan (type of ownership)
b.      Tipe keragaman barang yang dijual(type of merchandise carried)
2.      Klasifikasi strategic
Pasar ritel dibedakan berdasarkan strategi yang digunakan,yaitu :
a.       Margin/turnover strategy
b.      Retail price and service strategy
c.       Strategic group classification
d.      Gross margin – merchandise type classification
3.      Klasifikasi tingkat pelayanan
Dibagi menjadi :
a.       Penjualan eceran swalayan
b.      Penjualan eceran dengan memilih sendiri
Contoh : toko baju dipasar
c.       Penjualan eceran dengan penjualan terbatas
Contoh : toko elektronik
d.      Penjualan eceran dengan pelayanan penuh
Contoh : toko perhiasan,butik

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bisnis ritel adalah 4P yaitu Place,Price,Produck dan Promotion. Oleh karena itu sebelum memulai bisnis ini hendaknya kita harus sudah memahaminya dengan benar untuk memperkecil resiko kerugian.

Latar Belakang Manajemen Ritel

Persaingan dalam dunia bisnis yang cukup ketat mengharuskan manajemen untuk memberikan terobosan yang strategis untuk tetap dapat mengembangkan dan merebut pangsa pasar (market share).Para pemimpin perusahaan harus jeli dan mampu melihat jauh kedepan berbagai macam faktor yang timbul untuk menghadapi kondisi yang berubah-ubah. Mereka harus menganalisis apakah faktor-faktor yang dihadapi itu merupakan peluang dan kesempatan atau sebaliknya merupakan ancaman bagi perusahaan.
Tingginya pola konsumsi masyarakat Indonesia mengharuskan para penyedia kebutuhan tetap menyediakan barang-barang pemuas kebutuhan tetap tersedia.Khususnya produk sandang, pangan, dan papan.Fenomena yang terjadi yaitu kerap kali konsumen akan melakukan pembelian atas suatu produk pada satu ritel atau toko tertentu, tetapi produk tersebut dalam keadaan kosong atau tidak ada barang. Ada juga ketika konsumen melakukan pembelian, barang tersebut dalam keadaan tidak layak konsumsi, yaitu barang dalam keadaan rusak atau barang dalam masa kadaluarsa.
Menurut David Simchi Levi,supply chain management merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai pengintegrasian yang lebih efisien dari supplier, manufacture, distributor, retailer, dan customer. Artinya barang diproduksi dalam jumlah yang tepat, pada saat yang tepat dan pada tempat yanng tepat dengan tujuan mencapai cost dari sistem secara keseluruhan yang minimum dan juga mencapai service level yang diinginkan. Manajemen rantai pasokan (supply chain management) mampu mengatasi masalah persediaan agar produk dalam keadaan tersedia dan layak konsumsi.
Ada dua manfaat penerapan supply chain management yang pertama untuk memenuhi kepentingan dalam pemenuhan persediaan barang dagangan yang mempunyai sifat cepat habis. Persediaan produk-produk kebutuhan konsumen harus dikendalikan.Pengendalian persediaan merupakan hal yang sangat penting.Pengendalian dilakukan untuk mengendalikan persediaan dari kekurangan dan kelebihan produksi, penawaran,ataupun permintaan.Kekurangan produk-produk tersebut akan menimbulkan komplain dari konsumen dan perusahaan akan kehilangan sejumlah kesempatan untuk menghasilkan laba.Semantara itu image dari merek barang tersebut dan citra ritel akan menjadi buruk.Akibatnya konsumen menjadi kurang loyal untuk mengkonsumsi barang tersebut, dan dampak negatif yang lebih lagi konsumen sacara tidak sengaja melakukan promosi dari mulut ke mulit (mouth to mouth) kepada konsumen lain untuk tidak melakukan pembelian pada ritel tersebut.sementara kelebihan persediaan akan menimbulkan kerugian bagi produsen.
Manfaat yang kedua yaitu memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap pilihan barang dagangan sesuai dengan apa yang pelanggan inginkan, serta dimana mereka menginginkannya. Pengendalian persediaan juga menjadi begitu penting dikarenakan pola konsumsi yang selalu berubah-ubah. Setiap konsumen berbeda dalam melakukan pembelian suatu produk. Ada yang intence setiap hari, minggu, bulan, dan ada juga konsumen yang melakukan pembelian tiba-tiba tanpa waktu yang direncanakan atau ada konsumen yang membeli dalam jumlah besar atau pun kecil bahkan hari-hari besar juga harus menjadi perhatian dalam menentukan persediaan.
Proses bisnis inti manajemen rantai pasokan (supply chain management) antara lain meliputi customer relationship management,customer service management,order fulfillment, manufacturing flow management, procurement, product development, commercialization. Dalam artian kepuasan dan loyalitas konsumen akhir yang diutamakan (Stock dan Lambert)
Loyalitas pelanggan merupakan dorongan perilaku untuk melakukan pembelian secara berulang-ulang. Untuk membangun kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk atau jasa yang dihasilakan oleh perusahaan, membutuhkan waktu yang lama melalui suatu proses pembelian yang berulang-ulang (Olson dalam Trisno Musanto, 2004).Pakar pemasaran berpendapat bahwa loyalitas pelanggan adalah muara yang sebenarnya dari rangkaian aktivitas pemasaran,bukan kepuasan pelanggan.kesimpulan ini diperkuat oleh kenyataan bahwa pelanggan yang puas tidak menjamin akan melakukan pembelian berulang (repeat purchase) tetapi pelanggan yang loyal melakukannya.
Ritel merupakan mata jaringan yang paling utama dalam manajemen rantai pasokan karena ritel yang akan berinteraksi secara langsung dengan konsumen akhir.Selain itu ritel juga menghubungkan pengguna akhir dengan penjual yang menyediakan barang dagangan.Mengingat peran ini, menjadi tanggung jawab peritel untuk menganalisis keinginan dan kebutuhan pelanggan dan bekerja dengan anggota yang lain pada rantai pasokan seperti grosir, produsen, maupun perusahaan transportasi, untuk memastikan bahwa barang dagangan yang diinginkan pelanggan tersedia

Usaha atau bisnis ritel di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat beberapa tahun terakhir ini, dengan berbagai jenis format serta jenisnya.Hal ini,sebagai akibat dari adanya perkembangan usaha manufaktur dan peluang pasar yang cukup terbuka,maupun upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan bisnis ritel.Pemerintah berperan dalam melakukan perlindungan terhadap ritel nasional,melalui peraturan dan undang-undang.Secara makro,perkembangan industri ritel tidak terlepas dari pengaruh tiga faktor utama yaitu ekonomi, demografi,dan sosial budaya.

Contoh Lembaga Pendidikan Non-Formal

SEVEN LANGUAGES

S
even Languages, kursus bahasa yang menyediakan 7 bahasa di Jakarta, Bogor, Surabaya dan Bekasi. Sebagai siswa bergabung Seven Languages, mereka dapat bebas memilih dan mempelajari semua 7 bahasa utama bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Perancis, Jerman dan juga Indonesia.
Belajar bahasa juga berarti belajar budaya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melibatkan diskusi budaya di kelas bahasa kita, sehingga semua siswa dapat menggunakan bahasa, tidak hanya benar tetapi juga tepat.
Seven Languages memberi Anda tidak hanya pengetahuan bahasa dan keterampilan. Seven Languages memberikan penjelasan tata bahasa yang luas, sehingga ditindaklanjuti dengan kemampuan bahasa untuk menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari. Selain itu, Seven Languages juga memberikan Anda tentang diskusi budaya, yang akan membantu Anda dalam memiliki pemahaman penuh tentang bagaimana, kapan dan di mana bahasa harus digunakan.



A.   Sejarah Seven Languages
Seperti kita ketahui, MEA akan dimulai tahun 2015. Ini akan membuat kompetisi di antara bangsa mendapatkan ketat sebagai sumber daya manusia. Publik atau bahkan Perusahaan, akan mencari sumber daya manusia terbaik bagi mereka untuk bekerja, dan cara terbaik untuk kita ketahui adalah untuk meningkatkan keterampilan kita.
Berbicara tentang keterampilan, apa keterampilan yang semua perusahaan dari bidang apapun perlu? Tepat, Bahasa Asing.
Dengan menguasai bahasa asing, kita tidak hanya mendapatkan keterampilan, tapi kami akan meningkatkan nilai kami, dan bagi mereka yang melihat pekerjaan di beberapa perusahaan, dan mereka telah memiliki dengan keterampilan bahasa asing, tidak ada keraguan, perusahaan yang akan memilih mereka , bukan orang lain yang tidak dapat berbicara bahasa asing sama sekali.
Jadi, itu adalah waktu sekarang, untuk memulai belajar dan belajar bahasa asing. Dengan Seven Languages, Anda akan memiliki berbagai pengalaman belajar, karena kita Berbagai Bahasa Course seperti Anda tidak pernah terlihat sebelumnya.
B.   Motivasi Mendirikan Seven Languages
Ingin membantu mencerdaskan kehidupan bangsa memalui program pendidikan bahasa asing. Terutama pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas. Karena dimasa yang akan datang SDM diharapkan menguasai bahasa asing, yang akan menunjang pendidikan formal maupun dalam karir.

C.   Biaya Awal Pendirian dan Biaya Les
Biaya awal pendirian diperkirakan kurang lebih 1-2 Milyar. Tergantung dari area pengembangan kampus yang letaknya didalam mall. Karena konsep dari kampus Seven Languages letaknya didalam mall.
Biaya masuk les untuk 6 bulan yaitu Rp. 7.980.000 sudah termasuk biaya administrasi dan biaya pendaftaran. Jika mengambil program les selama 1 tahun akan jauh lebih murah yaitu Rp. 13.860.000. untuk yang ada di cabang pondok gede karena kampusnya baru saja dibuka maka ada penawaran harga khusus untuk yang ingin bergabung.
D.  Guru-guru di Seven Languages
Guru-guru yang terlibat adalah guru-guru yang berpotensi sebagai staff tenaga professional dalam mengajar. Guru yang mengajar adalah lulusan dari universitas negeri seperti UI, UNJ dan universitas swasta dengan lulusan sastra terbaik. Pengajar di Seven Languages sudah sertifikasi mengajar di Seven Languages dengan standar yang sudah ditentukan.
Guru-guru disana juga sering diberi pelatihan mengenai cara mengajar. Karena sebagian besar mereka lulusan sastra murni, mereka belum menguasai dunia mengajar dan sebagainya. Pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan belajar mengajar di kelas. Ada guru local dan Native Teachers (guru asli dari negara tersebut).
E.   Murid di Seven Languages
Murid di Seven Languages dari berbagai jenis latar belakang dan profesi. Mulai dari umur 3 tahun bahkan 50 tahun. Mulai dari pelajar, karyawan, pedagang sampai ibu rumah tanggapun juga ada. Seven Languages tidak membatasi umur. Hingga saat ini murid di Seven Languages sudah mencapai 250 murid.
Tujuan mereka dalam mengikuti pelajaran di sini sangat bermacam-macam. Bagi karyawan biasanya mereka ingin meningkatkan karir di kantornya, ada juga yang sangat tertarik pada salah satu bahasa tersebut, dan ada juga karena suka dengan fasilitas yang ada. Bagi pelajar biasanya untuk menunjang pelajaran disekolah seperti bahasa inggris.
Berikut ini adalah katergori siswa yang sukses di Seven Languages :
1.   Mampu menguasai bahasa asing dan mempraktekkannya di sekolah atau kantor.
2.   Percakapan dan menulis bahasa yang dikuasai.
3.   Percaya diri dalam menggunakan bahasa asing

F.   Level di Seven Languages
1.   Foundation adalah tahapan dasar atau basic bagi yang benar-benar belum tahu. Calon murid bisa saja tidak ikut salam tes seleksi, maka akan ditempatkan dalam foundation.
2.   Kids dibagi menjadi dua yaitu umur 3-6 tahun dan umur 7-12 tahun (SD).
3.   Teen ditempatkan bagi siswa umur 13-17 tahun (SMP-SMA).
4.   Adult 1,2,3 dan level 1,2,3 ditempatkan bagi siswa yang berumur diatas 18 tahun. Adult 1,2,3 dan level 1,2,3 pada dasarnya sama.

G.  Jadwal di Seven Languages
Jadwal yang sangat fleksibel. Siswa dapat mengambil hari apapun dan jam kapanpun sangat bebas. Siswa di harapkan datang minimal 3 kali pertemuan. Jadwal secara umum telah ditentukan oleh pihak Seven Languages murid hanya tinggal mengatur jadwalnya kapan ia ingin datang. Dalam 1 hari murid ingin mengambil 3 bahasa sekaligus juga sangat diperbolehkan. Tinggal murid itu sendiri yang mencocokkan dengan jadwal yang sudah ada.
Mengapa dibuat seperti ini? Karena setiap murid mengambil bahasa yang berbeda, ada yang mengambil 2 bahasa, 3 bahasa bahkan 5 bahasa. Murid hanya tinggal mencocokkan dengan jadwal bahasa yang satu dengan yang lainnya.
Jam belajar dimulai pukul 11.30 sampai dengan 20.45. Satu kali pelajaran berdurasi 75 menit.

H.  Kendala di Seven Languages
Pengaturan jadwal belajar. Permintaan waktu belajar oleh siswa. Banyak siswa yang jadwalnya bentrok antara bahasa yang satu dengan yang lain. Pihak Seven Languages sering mengganti jadwal secara mendadak karena banyak permintaan dari murid. Fasilitas kamar mandi yang kurang baik itu juga banyak di complain oleh para murid dan orang tua murid.
I.    Stratergi Pemasaran Seven languages
Mencari murid jauh sebelum Seven languages dibuka. Dengan cara pasang iklan di jalan (baliho). Selain itu juga ada promosi ke kampus, sekolah dan kantor yang dinilai berpotensi untuk mengikuti pelajaran di Seven languages. Dan tidak lupa melalui social media.
J.    Fasilitas
Fasilitas yang ada di Seven Languages sangat berbeda dengan tempat les atau tempat pendidikan non formal pada umumnya. Ini merupakan inovasi terbaru dalam bidang pendidikan. Fasilitas yang ada ini diharapkan dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk mempermudah siswa dalam menerima pelajaran dikelas.
Berikut ini adalah fasilitas yang ada di Seven Languages:
1.   Thematic class
2.   Ada sekitar 14 kelas (Kids, Teen dan adult)
3.   Cinemax Learning Studio
4.   Free Wifi
5.   Native Teacher
6.   Konsep kampus

7.   Perpustakaan 

Contoh Singkat Laporan Kegiatan

Contoh Singkat Laporan Kegiatan
Administrasi Perkantoran 

PT. MONSTA X
Jl. Starship 1, Jakarta 98760
Telp. (021) 87675600, Fax. (021) 68464847, Email : monsta_x@gmail.com

LAPORAN KEGIATAN
SEMINAR PARENTING

Pendahuluan
            Orang tua adalah salah satu factor penting yang akan mengantarkan bagaimana masa perkembangan anak. Meski genetic orang tua hanya berpengaruh 20% tetapi lingkungan tempat anak belajar, terutama lingkungan pertama kali yakni keluarga yang akan berpengatuh menjadi apa anak itu kedepannya.
Peran orang tua sangat vital dalam perkembangan anak, bagaimana menentukan pola asuh yang sesuai dengan personality anak, berbagi peran dalam  mengasuh dan membimbing anak, membangun hubungan yang saling mendukung antara anak dengan orang tua. Karena anak adalah investasi masa depan yang akan meneruskan perjuangan dan harapan orang tua.
Perbedaan zaman, generasi, gaya hidup, dan pola piker, membuat pengasuhan dan pendidikan anak tidak dapat mengandalkan naluri ataupun pengetahuan seadanya. Dibutuhkan ilmu, pemahaman dan kecakapan agar anak-anak menjadi shaleh dan cerdas. Sebuah pembahasan untuk para orang tua, calon orang tua, atau siapapun yang peduli akan masa depan anak-anak pewaris bangsa Indonesia.

Tujuan dan tema kegiatan
Tujuan
Menjalankan misi dari perusahaan yaitu ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui program-program social. Memberi pengetahuan kepada orang tua cara mendidik yang baik diera digital ini. Membantu orang tua dalam menemukan pola asuh untuk anak mereka.

Tema
            Orang Tua Cerdas Di Era Digital

Waktu pelaksanaan
            Penyelenggaraan kegiatan sesuai dengana rencana yang telah ditetapkan sebagai berikut :
            Hari, tanggal               : Sabtu, 11 Juni 2016
            Pukul                           : 13.30 – 16.00 WIB
            Tempat                        : Mall Soul, Hall A, Jakarta Pusat

Susunan panitia
            Ketua  Pelaksana         : Dian Herviani
            Sekertaris pelaksana    : Halimah Tusa’dyah
            Bendahara                   : Charnila Praba Ningrum
            Angggota                    : Kurnianingsih
                                                  Norma Kurnia Wati
                                                  Nisfi Qonita Azma Syafitri
                                                  Rika Woro Isnaeni
                                                  Muhamad Taufik
                                                  Yudi Febriardi
                                                  Septian Budi Utomo

Rekapitulasi biaya
            Berikut ini adalah perincian biaya untuk seminar parenting yang dilaksanakan 11 juni 2016 :
Pemasukan :
Peserta (@150.000)
100 Orang
Rp. 15.000.000
Sponsor
2 Produk
Rp. 15.000.000
Jumlah
Rp. 30.000.000

Pengeluaran :
Narasumber
3 Orang
Rp. 7.000.000
MC
1 Orang
Rp. 2.000.000
Proposal dan Laporan Seminar
3 Buah
Rp. 150.000
Sewa Tempat, Panggung dan Dekorasi
-
Rp. 7.000.000
Goodie Bag (Buku tulis, buku parenting, pulpen)
100 buah
Rp. 5.500.000
Konsumsi (Makan siang, snack, minum)
100 buah
Rp. 5.500.000
Hadiah
5 buah
Rp. 1.000.000
Sertifikat
100 lembar
Rp. 500.000
Jumlah
Rp. 28. 650.000

Pelaksanaan
Peserta
Seminar parenting dengan tema Orang Tua Cerdas Diera Digital ini dihadiri 97 orang. Mereka datang dari berbagai jenis profesi, dari mulai guru, dokter, karyawan, penulis dan lain sebagainya. Rata-rata dari mereka adalah orang tua baru dan mempunyai kesibukan yang cukup padat. Tidak sedikit dari mereka yang mengikut sertakan anak mereka dalam seminar ini.
Narasumber dan MC
1.      Dr. dr. Husain Akbar, M.Si                       Psikolog dan Dokter
2.      Muhammad Vitrah, M.Pd                         Praktisi Parenting
3.      Mona Ratuliu                                            Artis dan Ibu Rumah  Tangga
4.      Bouby Trissian                                           MC
Pembukaan
            Sambutan dari direktur utama PT. Monsta X yaitu Bapak Dr. Hyunno Darmawan. Sambutan dari pihak sponsor yaitu Ibu Nana Fadhila dan Ibu Resha Sahab. Setelah itu acara dibuka oleh direktur utama PT. Monsta X.
Isi acara
            Acara berjalan dengan lancar. Peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar. Ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada ketiga narasumber. Panitia penyelenggara memberikan 5 hadiah bagi peserta dengan pertanyaan terbaik. Acara terakhir diisi dengan sesi foto bersama dengan narasumber dan MC. Setelah itu peserta memberi kritik dan saran untuk acara ini, yang diharapkan untuk menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan.

Penutup
            Proses acara dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Demikian laporan kegiatan seminar parenting dengan tema Orang Tua Cerdas Diera Digital disusun.  Kritik dan saran yang membangun dapat membatu kemajuan kegiatan perusahaan ini dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Atas perhatian dan dukungan yang diberikan kami ucapakan terima kasih.

Lampiran
Sponsor
1.      Susu Balita “Zeecoo”
Memberikan sponsor berupa uang tunai sebesar Rp. 10.000.000. dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak.

2.      Buku tulis “Kereta Api”
Memberikan sponsor berupa uang tunai sebesar Rp. 5.000.000. dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak.